Teori kognitif adalah teori yang umumnya dikaitkan
dengan proses belajar. Kognisi adalah kemampuan psikis atau mental manusia yang
berupa mengamati, melihat, menyangka, memperhatikan, menduga dan menilai.
Dengan kata lain, kognisi menunjuk pada konsep tentang pengenalan. Teori
kognitif menyatakan bahwa proses belajar terjadi karena ada variabel penghalang
pada aspek-aspek kognisi seseorang.
Teori belajar kognitiv lebih mementingkan proses
belajar daripada hasil belajar itu sendiri. Belajar tidak sekedar melibatkan
hubungan antara stimulus dan respon, lebih dari itu belajar melibatkan proses
berpikir yang sangat kompleks. Belajar adalah perubahan persepsi dan pemahaman.
Perubahan persepsi dan pemahaman tidak selalu berbentuk perubahan tingkah laku
yang bisa diamati. Ada tiga tokoh yang
mengembangkan teori ini yaitu;
- Teori Perkembangan Kognitif, dikembangkan oleh Jean Piaget, teorinya disebut "Cognitive Developmental"
Dalam
teorinya, Piaget memandang bahwa proses berpikir sebagai aktivitas gradual dari
fungsi intelektual dari konkret menuju abstrak. Piaget mengklasifikasikan
perkembangan kognitif anak menjadi empat tahap:
- Tahap sensory – motor, yakni perkembangan ranah kognitif yang terjadi pada usia 0-2 tahun, Tahap ini diidentikkan dengan kegiatan motorik dan persepsi yang masih sederhana.
- Tahap pre – operational, yakni perkembangan ranah kognitif yang terjadi pada usia 2-7 tahun. Tahap ini diidentikkan dengan mulai digunakannya symbol atau bahasa tanda, dan telah dapat memperoleh pengetahuan berdasarkan pada kesan yang agak abstrak.
- Tahap concrete – operational, yang terjadi pada usia 7-11 tahun. Tahap ini dicirikan dengan anak sudah mulai menggunakan aturan-aturan yang jelas dan logis. Anak sudah tidak memusatkan diri pada karakteristik perseptual pasif.
- Tahap formal – operational, yakni perkembangan ranah kognitif yang terjadi pada usia 11-15 tahun. Ciri pokok tahap yang terahir ini adalah anak sudah mampu berpikir abstrak dan logis dengan menggunakan pola pikir "kemungkinan".
- Teori Perkembangan Kognitif, dikembangkan oleh Bruner.
Berbeda dengan Piaget, Burner
melihat perkembangan kognitif manusia berkaitan dengan kebudayaan. Bagi Bruner,
perkembangan kognitif seseorang sangat dipengaruhi oleh lingkungan kebudayaan,
terutama bahasa yang biasanya digunakan.
- Teori Perkembangan Kognitif, dikembangkan oleh Ausubel.
Proses belajar terjadi jika
siswa mampu mengasimilasikan pengetahuan yang dimilikinya dengan pengetahuan
baru. Menurut Ausubel siswa akan belajar dengan baik jika isi pelajarannya
didefinisikan dan kemudian dipresentasikan dengan baik dan tepat kepada siswa
(advanced organizer), dengan demikian akan mempengaruhi pengaturan kemampuan
belajar siswa.
Sumber:
Azhar El-marosy.2012. Teori Belajar kognitivisme. Diakses dari http://pbi.al- alauddin.com/2012/04/teori-belajar-kognitivisme-dan.html. Pada hari Rabu, 4 Desember 2013, jam 14:40.
Superi andriyan. 2013. Makalah Teori Belajar Kognitivisme. Diakses dari http://superiandriyan.blogspot.com/2013/02/makalah-teori-belajar-kognitivisme.html. Pada hari Kamis, 5 Desember 2013, jam 15:20.
Sumber:
Azhar El-marosy.2012. Teori Belajar kognitivisme. Diakses dari http://pbi.al- alauddin.com/2012/04/teori-belajar-kognitivisme-dan.html. Pada hari Rabu, 4 Desember 2013, jam 14:40.
Superi andriyan. 2013. Makalah Teori Belajar Kognitivisme. Diakses dari http://superiandriyan.blogspot.com/2013/02/makalah-teori-belajar-kognitivisme.html. Pada hari Kamis, 5 Desember 2013, jam 15:20.




0 komentar:
Posting Komentar